Strawberry Field

Mei 29, 2008

Aktifis Memble..

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — by meltoruan @ 5:00 pm
Tags: , , , ,

Dulu waktu smp-sma saya pernah bercita-cita jadi aktivis perempuan, (sampai sekarang ga ngerti apa itu aktivis perempuan), jadi saya bikinlah semua kelakuan saya menyerupai laki-laki, kok lama-lama jadi aktivis laki-laki ya..*oh anehnya mely di masa lalu*. Mungkin karena saya terlalu membenci dengan perbedaan perlakuan di rumah saya yang adat dan budaya batak-nya masih kental, kalo istilah abang saya, keluarga kami adalah keluarga batak ortodok (???). Perempuan selalu dapat bagian urusan belakang, cuci piring, isi botol kosong untuk masukin ke kulkas, ngepel, (saya paling malas cuci piring, lebih baik setrika baju krn bisa sambil nonton film, bukan TV yaa..), dll lagi yg ga perlu saya kasi detil lagi. Sampai yang paling parah saya dilarang melanjutkan ikut latian basket di klub hanya karena saya ini PEREMPUAN,  sungguh alasan yang tidak manusiawi. Kemudian tanpa saya sadari, keinginan itu hilang begitu saja, mungkin karena sudah mulai pacaran hehehe, tapi yang pasti menurut saya perbedaan perempuan dan laki-laki hanya beda kelamin dan perannya saja. Cuma itu, lainnya? Sama saja.

Keinginan lain dalam waktu yang tidak jauh berbeda pun muncul, kali ini menjadi aktivis lingkungan..eng ing eng! Mungkin dipengaruhi majalah remaja “GADIS” yang sering memotivasi pembacanya untuk kritis dan berubah (tapi sekarang majalah itu sudah aneh menurut saya, entahlah..). Saya terapkan dalam kehidupan, tidak buang sampah sembarangan, anti tissue (bersihkan keringat atau muka -> sapu tangan, bersihkan meja -> pake lap meja dong) dan irit kertas buku. Saya yakin kontribusi saya itu adalah bagian kecil dari sesuatu hal yang besar. Yah, kalo bahasa eMpTy-V kira-kira “think global act local man!” ( sambil goyang2in tangan ke depan ala VJ MTV). Tapi, semakin dewasa kok malah makin malas, saya bandingkan mely yang dulu dengan yang sekarang, ternyata mely sekarang penggemar tissue (di tas saya ada tissue basah, kering, dan kertas minyak), belum lagi tissue toilet. Kebiasaan yang juga berubah, buang sampah sembarangan, apalagi kalo di jalan raya, jadilah jalan raya itu adalah tempat sampah raksasa. Untungnya ada temen yang masih waras, Mike Samosir, suka ngomel, “tau ga lo kenapa jakarta sering banjir? krn lo buang sampah sembarangan!”.   Dhuar! *Jangan kau takut dan jangan kuatir, itu bukan kentut apalagi petir*, itu hanya gambaran suara dalam pikiran setelah mendengar omongan Mike. Sindiran si Mike cukup berhasil, minggu lalu saya beli tempat sampah untuk di mobil. Tapi soal tissue, ntar dulu yaa..dikit-dikit deh.

Omongan si Mike saya terapkan ke keponakan, waktu di dalam mobil bersama Ito, Eda, Dominiq, Sara and Okta, tiba-tiba Sara buang sampah dari jendela mobil, saya bilang deh “Hayoo, Sara buang sampah sembarangan, gara-gara Sara nih, Jakarta jadi banjir” eehhh.. dominiq ikutan “huu..sara siiii..buang sampah, banjir deeh”, trus okta juga ngikut “iya nih, sara siii, jadi banjir”…akhirnya sara-nya nangis deh dipojokin rame-rame kayak gitu,,yaa “banjir” beneran deh. Payah nih, bou-nya akitifis memble sih.

No Comments Yet »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Didukung oleh WordPress.com