Strawberry Field

Juni 12, 2008

Bahasa Inggris dan Litbangkes

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — by meltoruan @ 5:29 pm
Tags: , , , ,

Pada 2-6 Juni 2008, saya mengikuti kegiatan Inter-country workshop on Research Management untuk wilayah Regional Asia Tenggara WHO. Saya bukan sebagai Delri, tapi sebagai supporting staf untuk sekretariatnya. Dan diminta untuk ngemsi selama 10 menit saja, bukan ngemut sirih, tapi jadi MC. Ya, jadilah seminggu sebelum acara ga bisa tidur. Lah jadi MC bahasa Indo aja ga pernah, sekarang jadi MC di depan perwakilan negara-negara pake bahasa Inggris?? Belum lagi rasa percaya diri yang standar banget. Ah, macam bener aja gue ini…

 

Waktu mulai ngomong, sekilas saya melirik ke Delri: Bu indah, pak narno, pak ondri n pak alo, kayaknya mereka ikutan tegang deh :) Tau mereka ikutan tegang, jadi agak lega juga, berarti mereka bisa membayangkan dan merasakan juga apa yang saya rasakan. Hasilnya? Puji Tuhan berjalan baik dan lancar dan setelah selesai jalankan tugas kayaknya pundak saya langsung ringaaaannn deh.

 

Pulang dari sana saya ditantang atasan saya untuk sharing pengalaman dan pengamatan di Workshop tersebut ke milis kantor, fyi, saya ga pernah posting apa pun di milis tersebut, karena sungkan banget, dan ga merasa ada yang penting yang perlu disampaikan. Trus entah keberanian dari mana saya coba2 aja bikin, ga harus dimulai dari yang penting bukan?

 

Nah di bawah ini draft-nya, saya biarkan release duluan di blog ini sebelum masuk ke milis kantor, supaya agak lega :D

 

 

  1. Berbahasa Inggris dan Keberanian

Workshop ini memaksa saya untuk berkomunikasi dalam bahasa inggris, tidak ada alasan dan waktu untuk menghindar, karena tidak ada yang berbahasa Indonesia (kecuali Delri tentunya), apalagi berbahasa batak hehehe..

Agak bingung di awal membiasakan kuping dan lidah dalam suasana bahasa asing, belum lagi logat orang2 yang berbeda dari tiap negara, ibaratnya selama ini dengerin bahasa inggris holywood sekarang harus dengar bahasa inggris bolywood :D

Dari pengalaman ini, untuk saya, ternyata grammar dan vocabulary saya yang acak-acakan bukan hal penting, yang penting cuma berani. Ya, keberanian. Bahkan walopun misalnya saya punya skor toefl canggih setinggi langit tapi ga berani dicoba ya ga ada artinya. Keberanian cukup menutupi keterbatasan kemampuan saya. Tapi ini juga gak bisa jadi alasan untuk tidak lagi mengembangkan kemampuan sih. Dari pengalaman ini, untuk awal komunikasi dalam bahasa asing, prinsip saya cuma satu: you got me, i got you, and this is what they say simple communication :)

 

  1. Litbangkes

Dari hasil “dengar-dengar” dan “nguping-nguping” sharing delegasi negara lain, menurut saya perkembangan litbangkes Indonesia di wilayah who-searo jauh lebih maju dibandingkan dengan negara lain, salah satunya adalah di saat beberapa negara memperbincangkan advokasi hasil penelitian masih dalam bentuk visi, Badan Litbangkes 3 tahun lalu telah melaksanakan Pelatihan Advokasi Hasil Penelitian (dilaksanakan oleh KI) bahkan policy options diwajibkan menjadi salah satu bab dalam laporan penelitian Badan Litbangkes. Ditambah lagi dengan kegiatan Riskesdas yang dipaparkan, antusias peserta melalui pertanyaan2 lebih tinggi dibandingkan dengan pemaparan lain. Dengan kata lain, pemaparan Indonesia sangat mencuri perhatian kegiatan workshop ini :)

 

Tapi, mengutip email Kabadan sebelumnya ternyata pimpinan Depkes melihat hasil penelitian Litbangkes masih begitu-begitu aja. tanya kenapa atau kenapa ditanya?

Padahal, menurut saya, Badan litbangkes sudah diperlengkapi dengan berbagai wadah dan tools, kita punya PPI, KI, KE, Risbinkes, pelatihan-pelatihan, agenda riset (yang sebentar lagi akan di-update), perencanaan-perencanaan yang ideal, anggaran yang terus meningkat, dukungan IT (ada yang bilang kecepatan jaringan internet Litbangkes paling baik dr seluruh unit depkes loh..), perpustakaan (oh iya, setau saya, unit Depkes yang layanan perpustakaan hanya Badan Litbangkes), laboratorium, jurnal publikasi di hampir setiap satker, ditambah lagi milis jaringan yang mematahkan semua jarak, kesibukan dan ke-kikuk-an komunikasi. Imho, mungkin karena kita terlalu nyaman dengan fasilitas yang ada tapi belum kita manfaatkan maksimal.

 

 

Masih bingung nambahin apa lagi, karena solusinya tidak terpikirkan…

Mei 29, 2008

Aktifis Memble..

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — by meltoruan @ 5:00 pm
Tags: , , , ,

Dulu waktu smp-sma saya pernah bercita-cita jadi aktivis perempuan, (sampai sekarang ga ngerti apa itu aktivis perempuan), jadi saya bikinlah semua kelakuan saya menyerupai laki-laki, kok lama-lama jadi aktivis laki-laki ya..*oh anehnya mely di masa lalu*. Mungkin karena saya terlalu membenci dengan perbedaan perlakuan di rumah saya yang adat dan budaya batak-nya masih kental, kalo istilah abang saya, keluarga kami adalah keluarga batak ortodok (???). Perempuan selalu dapat bagian urusan belakang, cuci piring, isi botol kosong untuk masukin ke kulkas, ngepel, (saya paling malas cuci piring, lebih baik setrika baju krn bisa sambil nonton film, bukan TV yaa..), dll lagi yg ga perlu saya kasi detil lagi. Sampai yang paling parah saya dilarang melanjutkan ikut latian basket di klub hanya karena saya ini PEREMPUAN,  sungguh alasan yang tidak manusiawi. Kemudian tanpa saya sadari, keinginan itu hilang begitu saja, mungkin karena sudah mulai pacaran hehehe, tapi yang pasti menurut saya perbedaan perempuan dan laki-laki hanya beda kelamin dan perannya saja. Cuma itu, lainnya? Sama saja.

Keinginan lain dalam waktu yang tidak jauh berbeda pun muncul, kali ini menjadi aktivis lingkungan..eng ing eng! Mungkin dipengaruhi majalah remaja “GADIS” yang sering memotivasi pembacanya untuk kritis dan berubah (tapi sekarang majalah itu sudah aneh menurut saya, entahlah..). Saya terapkan dalam kehidupan, tidak buang sampah sembarangan, anti tissue (bersihkan keringat atau muka -> sapu tangan, bersihkan meja -> pake lap meja dong) dan irit kertas buku. Saya yakin kontribusi saya itu adalah bagian kecil dari sesuatu hal yang besar. Yah, kalo bahasa eMpTy-V kira-kira “think global act local man!” ( sambil goyang2in tangan ke depan ala VJ MTV). Tapi, semakin dewasa kok malah makin malas, saya bandingkan mely yang dulu dengan yang sekarang, ternyata mely sekarang penggemar tissue (di tas saya ada tissue basah, kering, dan kertas minyak), belum lagi tissue toilet. Kebiasaan yang juga berubah, buang sampah sembarangan, apalagi kalo di jalan raya, jadilah jalan raya itu adalah tempat sampah raksasa. Untungnya ada temen yang masih waras, Mike Samosir, suka ngomel, “tau ga lo kenapa jakarta sering banjir? krn lo buang sampah sembarangan!”.   Dhuar! *Jangan kau takut dan jangan kuatir, itu bukan kentut apalagi petir*, itu hanya gambaran suara dalam pikiran setelah mendengar omongan Mike. Sindiran si Mike cukup berhasil, minggu lalu saya beli tempat sampah untuk di mobil. Tapi soal tissue, ntar dulu yaa..dikit-dikit deh.

Omongan si Mike saya terapkan ke keponakan, waktu di dalam mobil bersama Ito, Eda, Dominiq, Sara and Okta, tiba-tiba Sara buang sampah dari jendela mobil, saya bilang deh “Hayoo, Sara buang sampah sembarangan, gara-gara Sara nih, Jakarta jadi banjir” eehhh.. dominiq ikutan “huu..sara siiii..buang sampah, banjir deeh”, trus okta juga ngikut “iya nih, sara siii, jadi banjir”…akhirnya sara-nya nangis deh dipojokin rame-rame kayak gitu,,yaa “banjir” beneran deh. Payah nih, bou-nya akitifis memble sih.

Mei 5, 2008

Is This The World We Created

Diarsipkan di bawah: Dalam Hati — by meltoruan @ 7:03 pm
Tags: , , , , , ,

http://eatourbrains.com/

I forget how to live

I forget how to love someone

How to kiss a baby, hold a hand

 

But I will remember how I take this pain, how you pretend that you don’t hear my whisper, my scream

How you try to enjoy the scratches

How you give your back to me

And never ever, forget the heat of my blood, burning my face

Christmas in August

Diarsipkan di bawah: Dalam Hati — by meltoruan @ 6:54 pm
Tags: , , , ,

Red Eye

Today with this cigarette

Hoping for yesterdays, running from tomorrow

Dreaming for christmas…rush christmas

 

Can we go back to august? To the day when I lost my fear

Slap you in the face, saving my ass

Stop both of us getting near, before we became ashes

Not Me

Diarsipkan di bawah: Dalam Hati — by meltoruan @ 6:47 pm
Tags: , ,

He’s alright
He’s so fine
He’s good even great

But I’m not alright
At all maybe too much
Im’not sure I’m fine
But I’m sure I’m not fine

Halaman Berikutnya »

Didukung oleh WordPress.com